
Jerawat di dagu merupakan masalah kulit yang cukup sering dialami, baik pada remaja maupun orang dewasa. Bentuknya dapat berupa komedo, bintik merah, jerawat bernanah, hingga benjolan yang terasa nyeri. Pada sebagian orang, jerawat di area dagu dan rahang dapat muncul berulang, terutama pada periode tertentu.
Lalu, apa penyebab jerawat di dagu? Banyak orang mengaitkannya langsung dengan hormon, dan memang faktor hormonal dapat berperan. Namun, jerawat tidak hanya disebabkan oleh hormon. Produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, faktor genetik, produk perawatan kulit, gesekan, stres, obat-obatan, serta faktor pola makan tertentu juga dapat berkontribusi.
Apa Penyebab Jerawat di Dagu?
Secara umum, jerawat terjadi ketika folikel rambut atau pori-pori tersumbat oleh sebum (minyak alami kulit) dan sel kulit mati. Kondisi tersebut dapat disertai peradangan dan peningkatan aktivitas mikroorganisme yang hidup di kulit, sehingga muncul komedo maupun jerawat yang meradang.
Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab jerawat di dagu.
1. Perubahan Hormon
Hormon merupakan salah satu faktor penting dalam munculnya jerawat, termasuk jerawat pada dagu dan garis rahang.
2. Stres
Stres tidak secara langsung menyebabkan semua kasus jerawat, tetapi dapat memperburuk jerawat yang sudah ada.
3. Produk Skincare dan Kosmetik yang Tidak Cocok
Produk skincare, makeup, sunscreen, atau produk rambut tertentu dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang, terutama jika memiliki sifat terlalu oklusif atau menyumbat folikel.
4. Gesekan dan Tekanan pada Area Dagu
Gesekan atau tekanan yang berulang pada kulit dapat memperburuk jerawat.
Contohnya dapat berasal dari masker, strap helm, kerah yang ketat, ponsel, atau benda lain yang sering bersentuhan dengan wajah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk kulit yang sudah rentan mengalami acne.
5. Faktor Genetik
Riwayat keluarga juga dapat berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang mengalami jerawat.
Penelitian menunjukkan adanya faktor genetik dalam risiko terjadinya acne. Seseorang dengan orang tua atau anggota keluarga dekat yang memiliki riwayat jerawat dapat memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalaminya.
6. Pola Makan Tertentu
Hubungan antara makanan dan jerawat cukup kompleks. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa pola makan dengan beban glikemik tinggi dapat berhubungan dengan memburuknya jerawat pada sebagian orang.
Namun, tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa satu jenis makanan tertentu pasti menjadi penyebab jerawat pada semua orang.
7. Obat atau Suplemen Tertentu
Beberapa jenis obat dapat memicu atau memperburuk acne.
Apakah Jerawat di Dagu Selalu Disebabkan oleh Hormon?
Tidak.
Jerawat di dagu memang dapat memiliki hubungan dengan faktor hormonal, terutama jika muncul berulang di area dagu dan rahang atau memiliki pola tertentu menjelang menstruasi. Namun, lokasi jerawat saja tidak dapat digunakan untuk menentukan penyebabnya.
Ciri-Ciri Jerawat di Dagu yang Mungkin Berkaitan dengan Faktor Hormonal
Pada sebagian wanita, beberapa pola dapat membuat dokter lebih mempertimbangkan faktor hormonal, antara lain:
- Jerawat berulang di dagu, rahang, atau bagian bawah wajah.
- Jerawat cenderung memburuk menjelang menstruasi.
- Muncul benjolan jerawat yang meradang dan terasa nyeri.
- Jerawat tetap berulang meskipun rutinitas skincare sudah diperbaiki.
- Jerawat muncul bersama tanda lain yang mengarah pada gangguan hormonal.
Namun, diagnosis tetap perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan riwayat pasien.
Kapan Jerawat di Dagu Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Anda sebaiknya mempertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit apabila:
- Jerawat sering muncul kembali dan sulit dikendalikan.
- Muncul benjolan besar, dalam, atau terasa sangat nyeri.
- Jerawat mulai meninggalkan bekas atau scar.
- Jerawat muncul tiba-tiba saat dewasa.
- Jerawat disertai menstruasi yang tidak teratur atau pertumbuhan rambut berlebih pada wanita.
- Perawatan bebas yang digunakan tidak memberikan hasil yang memadai.
Jerawat yang muncul secara tiba-tiba pada wanita dewasa, terutama jika disertai gejala seperti menstruasi tidak teratur atau peningkatan pertumbuhan rambut, dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kemungkinan masalah hormonal tertentu.
Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat di Dagu?
Penanganan jerawat sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya.
Untuk acne, guideline American Academy of Dermatology tahun 2024 mendukung berbagai terapi berbasis bukti, termasuk benzoyl peroxide, topical retinoids, salicylic acid, azelaic acid, antibiotik tertentu, serta terapi hormonal pada pasien yang sesuai. Untuk acne yang berat atau tidak merespons terapi standar, dokter juga dapat mempertimbangkan isotretinoin.
Kesimpulan
Penyebab jerawat di dagu tidak selalu hanya satu faktor. Hormon memang dapat berperan, terutama pada jerawat di dagu dan rahang yang berulang serta berkaitan dengan siklus menstruasi. Namun, faktor lain seperti produksi minyak berlebih, penyumbatan pori, genetik, stres, produk skincare atau kosmetik, gesekan, obat-obatan, serta faktor pola makan tertentu juga dapat berkontribusi.






